NUANSA PERISTIWA

Minggu, 12 April 2026

Dua Dokumen RJ Segera Dicabut! , LSM,Ormas,LMB Nusantara dan Mahasiswa Siap Lawan Jika ada Dugaan Tekanan Terhadap Pers Indonesia


PEKANBARU – 14-04-2026-Nuansa peristiwa
Solidaritas Wartawan dan Mahasiswa bersama elemen masyarakat yang terdiri dari LSM, Ormas LMB Nusantara, dan mahasiswa, menyatakan akan mencabut dokumen yang sebelumnya diajukan sebagai syarat dalam proses Restorative Justice (RJ) terkait kasus KS/EL yang melibatkan Kalapas Kelas II A Pekanbaru.

Koordinator Lapangan (Korlap) Utama Solidaritas Wartawan dan Mahasiswa, Rian, menegaskan bahwa pencabutan tersebut akan segera dilakukan.

“Kami yang tergabung dalam Solidaritas Wartawan dan Mahasiswa akan mencabut dokumen yang sebelumnya dilampirkan sebagai syarat dalam pelaksanaan RJ yang diminta oleh Kalapas Kelas II A Pekanbaru pada Selasa (7/4/2026),” tegas Rian.

Pencabutan dokumen dijadwalkan berlangsung pada Senin (13/04/2026) di Mapolsek Bukit Raya. Adapun dua dokumen yang akan dicabut, yaitu:

1. Dokumen pembatalan aksi Solidaritas Wartawan dan Mahasiswa di Polresta Pekanbaru.

2. Surat pernyataan sikap dari 30 media online lebih kepada Lapas Kelas II A Pekanbaru, yang diwakili dan ditandatangani oleh Ketua Andryan Syah Putra (Rian), Ketua Kenzai, dan Ismail Sarlata.

Ismail Sarlata menjelaskan, langkah ini diambil untuk memastikan apakah dokumen tersebut benar-benar menjadi syarat utama dalam proses RJ, atau justru berpotensi disalahgunakan, serta memastikan tidak ada tekanan terhadap sekitar 30 media dalam pemberitaan Lapas Kelas II A Pekanbaru ke depan,” ujar Ismail.

Sementara itu, Kenzai menambahkan bahwa pencabutan ini merupakan bentuk kekecewaan atas tindakan yang dilakukan oleh Muhajirin yang dinilai mencederai integritas dan perjuangan insan pers, LSM, Ormas, LMB Nusantara dan Mahasiswa dalam memperjuangkan kebebasan KS/EL

“Rekan-rekan media,LSM,Ormas, LMB Nusantara dan Mahasiswa telah mempertaruhkan integritasnya demi memperjuangkan kebebasan KS. Namun, kami kecewa atas tindakan yang terjadi, sehingga pencabutan ini menjadi sikap tegas kami,” ungkap Kenzai.

Pihaknya juga berharap agar pencabutan dokumen tersebut tidak menghambat kebebasan KS, serta meminta agar isi surat perdamaian dapat direvisi tanpa melibatkan siapapun sebagaimana tercantum dalam poin pernyataan perdamaian yang turut ditanda tangani Ismail Sarlata sebagai perwakilan dari rekan-rekan pers,LSM,Ormas, LMB Nusantara dan Mahasiswa.

“Kami berharap proses RJ tetap berjalan tanpa menjadikan dokumen tersebut sebagai syarat mutlak, serta tidak menghambat kebebasan KS,” tambahnya.

Solidaritas Wartawan dan Mahasiswa juga mengimbau semua pihak untuk menghormati keputusan bersama dan menjunjung tinggi hasil akhir RJ, tanpa menyalahgunakan dokumen yang telah dibuat.

Selain itu, KS diingatkan untuk tetap menjaga sikap selama masa penangguhan penahanan.

“Berdasarkan informasi dari penasihat hukum, KS saat ini masih dalam status penangguhan penahanan selama tiga bulan ke depan dan wajib lapor di Mapolsek,” tutup Kenzai....Bersambung (Team)

Jumat, 10 April 2026

Kontroversi RJ KS/EL, Kemunculan Nama Baru Dinilai Janggal



Pekanbaru — 11-04-2026-Nuansa peristiwa
 Polemik penanganan kasus dugaan Operasi Tangkap Tangan (OTT) dengan inisial KS/EL kembali memanas pasca penyelesaian melalui mekanisme Restorative Justice (RJ). Situasi kian pelik setelah munculnya nama baru yang diduga “menumpang” dalam proses tersebut.

Nama Zulfahrianto, yang disebut sebagai Ketua DPD APDESI Riau, tiba-tiba mencuat dalam pemberitaan salah satu media lokal di Pekanbaru berjudul “Melalui RJ, Oknum Wartawan Tersangka Pemerasan Kalapas Pekanbaru Bebas” yang tayang pada Jumat (10 April 2026). Penyebutan nama tersebut pada bagian tertentu dalam berita memicu tanda tanya besar di tengah publik.

Kemunculan nama ini sontak menimbulkan kecurigaan luas di kalangan insan pers, aktivis LSM, organisasi masyarakat, hingga mahasiswa yang sejak awal mengawal kasus ini. Publik mempertanyakan: apakah ada pihak yang mencoba “bermain” dan mengambil keuntungan dari proses RJ yang seharusnya berjalan objektif?

Salah satu tim yang mengaku terlibat langsung dalam upaya pembebasan KS/EL menyebut kemunculan nama tersebut sebagai sesuatu yang janggal dan tidak berdasar.

“Selama berminggu-minggu kami fokus mendorong penyelesaian melalui RJ. Tapi di saat-saat akhir, tiba-tiba muncul pihak yang seolah punya peran besar. Ini patut dipertanyakan,” tegasnya.

Ia juga mempertanyakan relevansi dan kapasitas pihak yang disebut dalam pemberitaan tersebut. Menurutnya, sejak awal proses hingga menjelang akhir, tidak pernah ada keterlibatan nyata dari pihak yang kini disebut-sebut.

“Dari awal tidak pernah terlihat ikut mendampingi atau berjuang dalam proses ini. Lalu sekarang muncul. Apa dasar dan kepentingannya?” ujarnya.

Kondisi ini memperkuat dugaan adanya “penumpang gelap” dalam proses hukum yang seharusnya menjunjung tinggi transparansi dan keadilan. Mekanisme Restorative Justice tidak boleh dijadikan panggung bagi kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

Sementara itu, saat dikonfirmasi secara langsung melalui WhatsApp pada hari yang sama, Zulfahrianto mengaku tidak mengetahui apapun terkait keterlibatannya dalam proses RJ tersebut.

“Tak ado do, dinda. Aku tak tau menahu masalah itu. Kok baok-baok nama APDESI, aku urusan itu tidak tau,” ujarnya singkat, sembari mengaku terkejut namanya dikaitkan.

Pernyataan tersebut justru semakin menegaskan adanya kejanggalan dalam penyebutan namanya di ruang publik.

Kini, publik menanti kejelasan: siapa sebenarnya aktor di balik layar dalam proses ini? Apa motif di balik kemunculan nama-nama baru yang sebelumnya tidak pernah terlibat?

Kasus ini bukan sekadar soal pembebasan melalui RJ, tetapi juga menyangkut integritas proses hukum itu sendiri. Jika benar ada pihak yang mencoba memanfaatkan situasi, maka hal tersebut harus diungkap secara terang benderang.

Kalau mau, saya bisa buatkan versi lebih “keras” lagi (gaya opini/serangan langsung) atau versi netral untuk media arus utama.....(Tim)

Minggu, 05 April 2026

DPP AMI: Hentikan Opini dan Narasi, Kedepankan Penyelesaian Damai



PEKANBARU — Nuansa peristiwa
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Media Indonesia (DPP AMI), Ismail Sarlata, mengajak seluruh insan pers di Riau untuk menahan diri dan menghentikan penyebaran opini maupun narasi yang berpotensi memperkeruh situasi terkait perkara yang melibatkan pihak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru dan rekan pers berinisial EL/KS.

Ajakan tersebut disampaikan Ismail dalam keterangan persnya, Minggu (5/4/2026). Ia menilai, langkah tersebut penting guna menjaga kondusivitas serta membuka ruang penyelesaian melalui mekanisme Restorative Justice (RJ).

Menurut Ismail, pihak Polsek Bukit Raya telah memberikan kesempatan agar perkara tersebut dapat diselesaikan melalui RJ antara pihak pelapor, yakni Lapas Kelas IIA Pekanbaru, dan pihak terlapor EL/KS.

Dan Ia juga menjelaskan, peluang penyelesaian secara damai tersebut telah mendapat respons positif secara lisan dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Dirjenpas) Riau, Maizar, serta Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, dalam pertemuan yang berlangsung pada Kamis (23/3/2026).

Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh kuasa hukum EL/KS, Dr. Freddy Simanjuntak, Muhajirin yang mengaku sebagai Keluarga EL/KS, Rudi, Rian, Buyana, Yusman Ghea yang merupakan unsur Pimpinan Media, serta Dirinya (Ismail Sarlata) selaku Ketua Umum yang turut didampingi Fadila Saputra Dewan Kehormatan, Said Biyan Wakil Ketua Bidang Humas serta pengurus DPP AMI lainnya.

Namun demikian, hingga saat ini proses RJ belum dapat dilaksanakan. Ismail menyebutkan bahwa terdapat persyaratan administratif yang belum dipenuhi oleh Muhajirin , yakni pengajuan surat permohonan RJ dari pihak EL/KS kepada pelapor di Polsek Bukit Raya yang ditembuskan kepada Kakanwil sebagaimana yang telah disampaikan dan diarahkan oleh Maizar Kakanwil Dirjenpas Riau usai pertemuan Kamis (23/03/2026) kemarin. kembali beber Ismail

Tidak cukup sampai disitu saja, Proses RJ tetap terus dikejar yang kali ini rekan-rekan pers Riau dalam pertemuan pada Jum'at (3/4), meminta agar proses RJ langsung diambil alih oleh Dr Freddi Simanjuntak,SH.,MH selaku Kuasa Hukumnya EL/KS kepada Kalapas dan Kakanwil Dirjenpas Riau, 

Sementara jalan yang ditempuh DPP AMI dalam mendorong terjadinya RJ, untuk tetap terus mendorong dan meminta kepada Kakanwil Dirjenpas Riau Maizar agar Kalapas tetap komitmen akan pernyataan kepada Kakanwil dihadapan seluruh yang hadir dalam pertemuan tersebut (Kamis,23/3) yang menyatakan akan mengikuti arahan pimpinan/atasan.

Lebih lanjut, Ismail berharap seluruh pihak, khususnya insan pers di Riau, dapat mendukung proses penyelesaian Justice ini dapat segera terwujud demi menjaga marwah kedua belah pihak, baik institusi pemerintah maupun lembaga pers,” tutupnya.

Sumber: DPP AMI

Jumat, 27 Maret 2026

Lakukan investigasi untuk langkah sebuah berita yang menyebarkan tanpa konfirmasi ulang.



Pekanbaru, || 27-03-2026!!Nuansa peristiwa
Tim Khusus lakukan investigasi terkait Pemberitaan dibeberapa Media yang menyatakan aktivitas penimbunan BBM solar bersubsidi disalah satu gudang yang berada di lokasi jalan naga sakti simpang baru kecamatan bina Widya Pekanbaru.

Dalam pemberitaan tersebut disebut sebuah gudang penimbunan BBM solar bersubsidi dengan nama gudang Gultom yang diperkirakan sebagai pemilik. Namun ternyata pemberitaan terbit tanpa konfirmasi ulang sehingga dianggap tidak tepat sasaran.

Dari investigasi yang dilakukan secara langsung dengan turun kelokasi ternyata gudang tersebut tidak terlihat beraktivitas lagi. Jangan gudang penimbunan BBM solar bersubsidi yang dilihat satupun aktivitas tidak dijumpai dilokasi alias kosong yang berpagarkan seng. (27/03/2026)

Dari analisis tim khusus terkait pemberitaan penimbunan BBM solar bersubsidi milik Gultom diduga hanya melepaskan sakit hati karena tidak digubris dalam hal apapun sehingga berita naik tanpa konfirmasi rilisan.

Dalam komunikasi melalui WhatsApp dengan nomor 0812 7641 XXXX Gultom menyampaikan bahwa sebenarnya sengaja tidak melakukan gubrisan dari teman-teman media terkait bantuan dan gudang tersebut karena selama ini Gultom mengaku sebenarnya gudang tersebut tidak dalam ranah dia dan sudah lama aktivitas seperti yang disampaikan tidak dilakukannya lagi. Jika benar adanya aktivitas tersebut Gultom mengatakan itu murni bukan wewenang dia. Dan untuk mengetahui siapa pemilik gudang tersebut tanya saja sama penjaga dan yang ada di gudang tersebut ucapnya.

Gultom sangat menyayangkan sikap teman-teman media yang selalu membuat namanya terkait gudang Penimbunan BBM Solar bersubsidi dan selalu mengungkit masa lalu. Sebaiknya sebagai jurnalis pastikan siapa pemilik gudang tersebut dan aktivitas apa yang sebenarnya dilakukan.

Terkait DPO yang disampaikan teman-teman media saat kejadian di tahun 2024 itu sudah diproses dan sudah selesai sesuai dengan prosedur hukum pada tahun itu juga kenapa kok sampai sekarang pemberitaan tersebut sering di sampaikan hingga saat ini ungkap Gultom.

Gultom juga berharap bersinerginya dia terhadap teman-teman media terhadap bantuan bukan bentuk penyogokan atau melakukan kesalahan melainkan hanya rasa perkenalan yang sudah lama terjalin.

Terbitnya pemberitaan ini setelah tim khusus melakukan investigasi langsung dan wawancara melalui WhatsApp sehingga opini, dan dugaan terjawab sudah. Semoga investigasi ini menjadi ajang sebagai wujud nyata terhadap sebuah pemberitaan. Jangan hanya naik berita tanpa konfirmasi ulang dan hanya berpatokan dengan masa lalu. Karena segala sesuatu bisa saja berubah dalam waktu yang singkat.

Red

Senin, 16 Maret 2026

Menjaga Marwah Organisasi: Dedikasi Kasiop agustian (Komeng) Pemuda Pancasila dalam Pengabdian Tanpa Batas


Pekanbaru– 16 -03-2026-!!Naunda peristiwa
Di tengah dinamika organisasi kemasyarakatan di Indonesia, sosok Kepala Seksi Operasional (Kasiop) agustian(Komeng)Pemuda Pancasila terus menunjukkan eksistensi yang solid. Sebagai garda terdepan dalam menjaga kedisiplinan dan tata tertib organisasi, peran Kasiop menjadi krusial dalam memastikan setiap instruksi dan marwah organisasi tetap terjaga di lapangan.
Eksistensi seorang Kasiop tidak hanya dilihat dari seragam loreng oranye yang dikenakan, tetapi dari loyalitas dan konsistensi dalam mengawal setiap program kerja, mulai dari kegiatan sosial hingga pengamanan aset-aset strategis bangsa.
Pilar Kedisiplinan Organisasi
Menurut pantauan di lapangan, peran Kasiop sangat vital dalam melakukan koordinasi antar-anggota. Beberapa poin utama yang menjadi fokus eksistensi Kasiop meliputi:
 * Komando dan Pengendalian: Memastikan seluruh anggota bergerak dalam satu komando yang jelas sesuai dengan AD/ART organisasi.
 * Pengabdian Masyarakat: Menjadi penggerak utama dalam aksi-aksi kemanusiaan, seperti bantuan bencana alam dan bakti sosial.
 * Sinergi Instansi: Membangun hubungan harmonis dengan aparat TNI/Polri dalam menjaga kondusivitas wilayah.
> "Eksistensi kami bukan untuk gagah-gagahan, melainkan bentuk tanggung jawab moral untuk mengabdi kepada masyarakat dan menjaga ideologi Pancasila tetap tegak di bumi pertiwi," ujar salah satu kader saat ditemui dalam kegiatan rutin organisasi.
Menatap Masa Depan
Dengan semangat "Sekali Layar Terkembang, Surut Kita Berpantang," Kasiop Pemuda Pancasila terus bertransformasi menjadi figur yang lebih humanis dan intelektual. Penggunaan atribut yang rapi dan sikap yang tegas namun tetap santun menjadi standar baru dalam menjalankan tugas operasional harian.
Keberadaan Kasiop yang selalu hadir di tengah-tengah masyarakat membuktikan bahwa Pemuda Pancasila tetap menjadi organisasi yang relevan dan terus berkontribusi bagi pembangunan karakter pemuda di Indonesia.

Editor toni tanjung

Minggu, 15 Maret 2026

Perkuat Sinergi di Bulan Suci, LIN Riau Gelar Buka Puasa Bersama dan Konsolidasi Internal



PEKANBARU, 15 Maret 2026 –Nuanda peristiwa
 Memanfaatkan momentum penuh berkah di bulan suci Ramadhan, Lembaga Investigasi Negara (LIN) melalui jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LIN Riau menggelar acara buka puasa bersama yang bertempat di Jalan Yos Sudarso, Rumbai, pada Minggu sore (15/3).

Acara yang dimulai pukul 18.30 WIB ini dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus inti dan anggota DPD LIN Riau. Selain sebagai bentuk ibadah dan syukur, pertemuan ini menjadi ajang silaturahmi tatap muka untuk mempererat rasa kekeluargaan antar anggota di tengah kesibukan menjalankan tugas investigasi.

Membahas Isu Strategis dan Kinerja
Agenda ini tidak sekadar seremoni buka puasa biasa. Di sela-sela kegiatan, para pengurus juga melakukan diskusi intensif mengenai berbagai isu penting yang tengah berkembang di wilayah Riau, serta melakukan evaluasi terhadap kinerja lembaga untuk memastikan efektivitas kerja di masa mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua LIN Riau, Toni Supriadi, menyampaikan bahwa kekompakan tim adalah kunci utama dalam menjalankan fungsi pengawasan dan investigasi.

"Kegiatan ini bukan hanya soal makan bersama, tetapi bagaimana kita menyatukan visi. Ramadhan adalah momen terbaik untuk memperkuat integritas dan semangat kita dalam mengawal isu-isu penting di masyarakat. Saya berharap ke depan, kinerja LIN Riau semakin solid dan berdampak nyata," ujar Toni Supriadi.

Ditempat terpisah sekretaris LIN Riau Masrial mengucapkan permintaan maaf tidak bisa hadir karena situasi kurang sehat. Masrial berharap dengan kegiatan ini merupakan awal kekompakan dan solid jajaran LIN DPD Provinsi Riau dalam terus menciptakan kondisi Lembaga dalam keadaan kokoh bersatu walaupun dalam keadaan apapun.

Disamping itu harapan Masrial kedepannya LIN DPD Provinsi Riau dapat lebih Exis dalam menjaga Marwah serta integritas kelembagaan dalam masyarakat Luas khususnya propinsi Riau.

Melalui pertemuan ini, DPD LIN Riau berkomitmen untuk terus meningkatkan profesionalisme dan responsivitas dalam menangani berbagai laporan masyarakat, sekaligus memastikan program kerja tahun 2026 berjalan sesuai target yang telah ditetapkan. Serta dapat membawa nama baik Lembaga Investigasi Negara DPD Provinsi Riau di Instansi Pemerintahan dan instansi swasta.

(LIN DPD Riau)

KOTI MPC PEMUDA PANCASILA KOTA PEKANBARU BERBAGI TAKJIL GRATIS di PENUTUP BULAN RAMADHAN



Pekanbaru –15-03-2026-!!Nuansa peristiwa
 Menjelang berakhirnya bulan suci Ramadhan, KOTI MPC Pemuda Pancasila Kota Pekanbaru menggelar kegiatan berbagi takjil gratis kepada masyarakat dan para pengendara yang melintas Minggu ( 15/03/26 )

Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan di kawasan Purna MTQ Kota Pekanbaru menjelang waktu berbuka puasa.
Para anggota KOTI MPC Pemuda Pancasila tampak turun langsung ke jalan membagikan paket takjil kepada pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas di sekitar lokasi. 


Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat yang tengah dalam perjalanan menjelang waktu berbuka puasa.


Komandan KOTI MPC Pemuda Pancasila Kota Pekanbaru, Bung Syafrizal, menyampaikan bahwa kegiatan berbagi takjil ini merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat sekaligus bagian dari agenda sosial organisasi selama bulan suci Ramadhan.


Dalam kegiatan tersebut, Komandan KOTI MPC Pemuda Pancasila Kota Pekanbaru Bung Syafrizal turut didampingi oleh Wadan I Bung Yoserizal, Dandenma Bung M. Zulfikar, Kasi Ops Bung Agustian, bersama jajaran pengurus markas KOti Pemuda Pancasila Kota Pekanbaru.


Di tempat terpisah, Bung Iwan Pansa juga menyambut baik kegiatan sosial tersebut. Ia mengapresiasi kepedulian KOTI MPC Pemuda Pancasila Kota Pekanbaru yang terus hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan berbagi di bulan Ramadhan.


Kegiatan berbagi takjil tersebut berlangsung dengan tertib, penuh kebersamaan, dan menjadi penutup rangkaian kegiatan sosial KOTI MPC Pemuda Pancasila Kota Pekanbaru selama bulan Ramadhan.


( Bgzul )
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done